Penampakan Citra Setelit NASA Tunjukkan Asap Pekat dari Karhutla di Kalimantan, Banyak Titik Merah

5 Просмотры
Издатель
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - NASA mengungkap kondisi kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Indonesia dan Malaysia.

Citra satelit yang diambil pada Selasa (1/9/2026) menunjukkan kepulan asap tebal disertai sejumlah titik panas atau hotspot di kawasan tersebut.

Citra satelit itu direkam menggunakan instrumen MODIS dan diunggah NASA Earth Observatory pada Kamis (3/9/2026).NASA menyebut Indonesia saat ini tengah mengalami kekeringan yang parah dan meluas.

Sejumlah kebakaran bahkan terjadi di lahan gambut tropis yang dapat membara secara perlahan, baik di permukaan maupun di bawah tanah.

Kebakaran gambut menjadi perhatian karena sulit dipadamkan dan dapat menghasilkan polusi udara lebih tinggi dibandingkan kebakaran hutan biasa.

Polutan yang dihasilkan antara lain partikel halus, sulfur dioksida, hingga gas rumah kaca.

NASA juga menyebut kondisi kekeringan diperburuk oleh pengaruh El Niño yang sedang menguat.

Dalam artikelnya, kebakaran pada lahan gambut tropis menjadi sorotan utama karena punya dampak lebih berbahaya dibanding kebakaran hutan lain.

Kebakaran yang terjadi pada tanah lahan basah yang telah mengering, berlangsung lambat, sangat mencemari udara, dan terkenal sulit dipadamkan.

Hal ini karena api masih membara pada suhu rendah dan sering kali merambat di bawah permukaan tanah melalui hamparan gambut yang luas.

NASA menyebut, Indonesia sejatinya memiliki sekitar 36 persen lahan gambut tropis dunia.

Saat dilanda kekeringan, lanskap gambut di Indonesia beberapa kali berubah menjadi kobaran api yang tak terkendali selama tiga dekade terakhir.

Kebakaran tersebut menghasilkan selimut asap yang bertahan berminggu-minggu dan mengganggu kehidupan sehari-hari jutaan orang.

Namun, pada 2026, titik-titik api meningkat tajam karena adanya fenomena El Niño yang sangat kuat, ditambah fase positif Indian Ocean Dipole yang memperparah kekeringan.

Sehingga, tingkat ekstremitas dari peristiwa kebakaran tahun 2026 ini sangat mirip dengan yang terjadi pada 2015 lalu. (Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul, https://www.tribunnews.com/nasional/7877994/asap-pekat-dari-karhutla-di-kalimantan-tertangkap-citra-satelit-nasa-lahan-gambut-jadi-sorotan

Editor: Adadilaga Arya P.
Категория
Наука
Комментариев нет.